Pengaruh Minat Santri Terhadap Pendidikan Ketrampilan di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara (Periode 2003/2004)


A.    Latar Belakang Masalah


Dunia dewasa ini termasuk Indonesia masih dilanda krisis global yang berkepanjangan terutama dalam kehidupan ekonomi dan finansial. Tentunya diharapkan krisis ekonomi global tersebut akan secepatnya dapat berlalu. Pasca krisis ekonomi tentunya kita akan membutuhkan tenaga-tenaga profesional di dalam kualitas yang semakin tinggi dan dalam jumlah yang memadai.[1] Untuk itu setiap program pendidikan hendaknya tidak sekedar menawarkan pengembangan dalam ilmu pengetahuan semata, namun bagaimana seharusnya mampu pula mewujudkan bentuk pendidikan profesional atau pendidikan ketrampilan.

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berakar panjang pada budaya bangsa Indonesia. Dari segi historis, pesantren tidak hanya makna keislaman, tetapi juga keaslian (Indegenous) Indonesia, sebab lembaga serupa sudah terdapat pada masa kekuasaan Hindu Budha, sedangkan Islam meneruskan dan mengislamkan.[2] Disamping merupakan pusat pendidikan keagamaan, pesantren juga berperan dalam memberikan pelayanan sosial pada masyarakat di sekitarnya. Dalam rangka memberikan pelayanan sosial tersebut, pondok pesantren melengkapi dirinya dengan komponen-komponen pendidikan yang lain seperti ketrampilan, kesehatan dan lain sebagainya. Demikian pula guna lebih meningkatkan peranan pondok pesantren dalam ikut serta mensukseskan pembangunan nasional, pihak pemerintah dan pemimpin pesantren menyadari betul akan eksistensinya di dalam masyarakat. Sehingga pada beberapa tahun terakhir, tepatnya sejak Pelita ke-2 pemerintah menganjurkan untuk menyelenggarakan komponen materi pendidikan tambahan seperti pendidikan ketrampilan dengan tujuan untuk membekali santrinya untuk hidup dan berkembang di tengah-tengah masyarakat.

Tetapi pada realisasinya belum seluruhnya pesantren menerima anjuran pemerintah, sebab masih terlalu banyak ditemui fenomena-fenomena antara lain sebagai berikut :

  1. Masih banyak pesantren yang sekedar mengajarkan pendidikan agama saja dengan sistem tradisional yang melekat, dan secara tidak langsung memberikan isyarat bahwa pola pendidikan selama ini yang diterapkan pesantren belum dapat memenuhi keinginan masyarakat luas. Bahkan kesan yang muncul adalah output yang dihasilkan pesantren hanya sekedar wawasan sempit yang berupa konsep serta tidak adanya jenis ketrampilan kerja secara khusus.
  2. Sebagian dari pelaksana program pendidikan ketrampilan di pesantren mengalami hambatan-hambatan yang berupa pendanaan, sarana prasarana dan tenaga ahli yang memadai.

Dari adanya fenomena di atas, pertanyaan yang muncul lebih konkrit adalah :

  1. Mungkinkah pesantren akan mempertahankan pola tradisionalnya hingga ke depan, sedangkan tantangan hidup yang berkembang di masyarakat bukan sekedar jawaban yang berupa konsep semata, tapi juga pemenuhan kebutuhan yang sifatnya riil.
  2. Apakah dengan memasukkan pendidikan ketrampilan, pesantren mampu membekali santrinya untuk memilih jenis pekerjaan yang ada di masyarakat nantinya.

Sehubungan dengan permasalahan di atas, penulis mencoba membahas dan mengkaji lebih lanjut dalam bentuk skripsi dengan judul “Pengaruh Minat Santri Terhadap Pendidikan Ketrampilan di Pondok Pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara (Periode 2003/2004)”.



B.     Penegasan Istilah


Untuk menghindari kekaburan dan kesalahpahaman dalam skripsi ini, maka penulis perlu memberikan penjelasan sebagai penegasan terhadap istilah yang dipakai dalam judul skripsi ini. Adapun dari judul di atas yang dianggap perlu penegasan adalah sebagai berikut :

1.      Pengaruh                           : Daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu/orang, benda yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.[3]

2.      Minat santri                       : Minat sendiri adalah kecenderungan jiwa ke arah sesuatu, karena sesuatu itu mempunyai arti bagi kita, sesuatu itu dapat memenuhi kebutuhan kita dan dapat menyenangkan kita.[4]

Sedangkan santri ialah istilah yang digunakan pada subyek didik di pondok pesantren.

Jadi minat santri dapat diartikan sebagai kecenderungan jiwa santri ke arah sesuatu, di mana sesuatu itu mempunyai arti bagi santri untuk memenuhi kebutuhan dan kesenangannya.

3.      Pendidikan ketrampilan    : Pendidikan adalah proses pengalaman yang menghasilkan pengalaman yang memberikan kesejahteraan pribadi, baik lahiriah maupun batiniah.[5]

                                                   Ketrampilan adalah kecakapan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik atau cermat dengan keahlian.[6]

                                                   Jadi pendidikan ketrampilan adalah suatu pendidikan atau latihan praktek yang memungkinkan seseorang mendapatkan sesuatu keahlian kerja, sehingga diharapkan dapat berdiri atau berwiraswasta.

Dengan demikian jelas bahwa maksud dari kajian judul di atas adalah merupakan suatu jenis penelitian yang berupaya untuk mengetahui sejauh mana pengaruh minat santri terhadap pendidikan ketrampilan di pondok pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara (Periode 2003/2004).



C.    Rumusan Masalah


Berdasarkan ide dasar atau latar belakang masalah yang penulis kemukakan, maka dapat dirumuskan masalah-masalah sebagai berikut :

1.      Apakah jenis-jenis pendidikan ketrampilan yang disediakan pondok pesantren Nurul Huda ?

2.      Bagaimana variasi minat santri dalam mengikuti pendidikan ketrampilan di pondok pesantren Nurul Huda ?

3.      Sejauhmana pengaruh antara minat santri terhadap pendidikan ketrampilan di pondok pesantren Nurul Huda Kecamatan Tahunan ?



D.    Hipotesis


Menurut Sutrisno Hadi, hipotesis adalah dugaan sementara yang mungkin benar dan mungkin salah.[7]

Adapun hipotesis yang penulis ajukan adalah ada pengaruh positif antara minat santri terhadap pendidikan ketrampilan di pondok pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara (Periode 2003/2004).

Karena hipotesis merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti data yang terkumpul,[8] maka dipandang perlu mengadakan penelitian secara empirik pada bagian analisis data untuk mengetahui diterima atau ditolaknya hipotesis yang diajukan.



E.     Tujuan dan Kegunaan Penelitian


1.      Tujuan Penelitian

a.       Untuk mengetahui jenis-jenis pendidikan ketrampilan yang tersedia sebagai pilihan santri.

b.      Untuk mengetahui variasi minat santri terhadap pendidikan ketrampilan di pondok pesantren Nurul Huda.

c.       Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh minat santri terhadap pendidikan ketrampilan di pondok pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara (Periode 2003/2004).



2.      Kegunaan Penelitian

a.       Dengan hasil penelitian ini diharapkan santri mampu menambah minat dan motivasinya untuk mengikuti pendidikan ketrampilan dengan sungguh-sungguh.

b.      Dan bagi pengelola pondok pesantren diharapkan mampu memberikan kesempatan yang lebih luas serta meningkatkan upaya pelaksanaan pendidikan ketrampilan yang layak bagi para santrinya.

c.       Dapat sebagai bahan informasi bagi yang kebetulan memerlukan dalam rangka meningkatkan semangat para santri untuk mewujudkan kehidupan yang selaras dan seimbang antara kebutuhan jasmani dan rohani.

F.     Metodologi Penelitian


Menurut Drs. Wahyu MS, metode adalah cara kerja untuk dapat memahami suatu obyek. Metode penelitian adalah suatu cara untuk memahami suatu obyek penelitian.[9]



1.      Metode Penentuan Obyek Penelitian

Adapun yang penulis jadikan obyek penelitian adalah keseluruhan santri di pondok pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara (Periode 2003/2004).

a)      Populasi

Dalam melaksanakan penelitian, ada penelitian yang menggunakan seluruh unit, dan ada juga yang hanya mengambil sebagian saja dari seluruh obyek yang diselidiki. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian terhadap sebagian obyek tersebut dapat mencakup dan berlaku bagi seluruh obyek. Keseluruhan obyek penelitian itu disebut populasi.

Adapun penelitian sendiri menurut Prof. Drs. Sutrisno Hadi, MA adalah sebagai berikut : “Semua individu untuk semua kenyataan-kenyataan yang diperoleh dari sampel itu hendak digeneralisasikan”.[10] Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa populasi adalah “Keseluruhan obyek penelitian”.[11]



b)      Sampel

Menurut Suharsimi Arikunto mendefinisikan sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diselidiki.[12]

Berapa besarnya sampel yang harus diambil untuk mendapatkan data yang representatif. Dalam hal ini Masri Singarimbun mengemukakan : “……… Besarnya sampel tidak boleh kurang dari 10 % dan ada pula peneliti lain yang menyatakan besarnya sampel minimum 5 % dari jumlah satuan elementer populasi”.[13]

Sedangkan Suharsimi Arikunto lebih rinci menyatakan untuk menentukan besarnya sampel itu adalah sebagai berikut :

“………. Maka apabila subyeknya kurang dari 100 lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika obyeknya besar (lebih dari 100) dapat diambil antara 10 – 15 % atau 20 – 25 % lebih”.[14]



Di dalam penelitian ini penulis menemukan sampel      sejumlah 32 siswa dari jumlah populasi 160 atau sebesar 20 %          (15 % x 160 = 32). Dengan demikian besarnya sampel yang penulis tetapkan lebih memenuhi persyaratan data yang representatif.



2.      Variabel Penelitian

Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.[15] Memahami variabel dan kemampuan menganalisis setiap variabel menjadi variabel yang lebih kecil (sub variabel) merupakan syarat mutlak bagi penelitian dengan memahami secara jelas permasalahan yang diteliti.

Adapun yang menjadi variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

a)      Minat santri sebagai variabel penyebab/variabel bebas atau independent variable (variabel x)

b)      Pendidikan ketrampilan sebagai variabel akibat/variabel terikat atau dependent variable (variabel y)



3.      Metode Pengumpulan Data

Untuk mendapatkan data yang dapat dipertanggungjawabkan dalam menyusun skripsi ini penulis menggunakan data-data atau keterangan-keterangan tentang tata cara mengadakan penelitian kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research).

Penelitian lapangan merupakan metode yang menemukan secara spesifik dan realistik apa yang terjadi pada suatu saat di tengah masyarakat.[16] Penelitian ini digunakan untuk memperoleh data yang berasal dari lapangan. Adapun metode yang digunakan untuk mengumpulkan data sebagai bahan pembuatan skripsi, dalam hal ini penulis menetapkan metode sebagai berikut :



a)      Metode interview

Metode interview yaitu teknik pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan sistematik dan berlandaskan pada tujuan penelitian.[17] Metode ini penulis tujukan :

1)      Pemimpin pondok pesantren dan pengurusnya, sedang data yang ingin penulis peroleh antara lain tentang situasi umum sekolah yang meliputi : sejarah berdirinya, nama dan statusnya, perkembangannya, keadaan para ustadz dan pengelola, keadaan para santri dan sebagainya.

2)      Ustadz pondok pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Periode 2003/2004.

3)      Santri pondok pesantren Nurul Huda Desa Tegal Sambi Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Periode 2003/2004. Adapun data yang ingin penulis peroleh adalah tentang pengaruh minat santri terhadap pendidikan ketrampilan santri pondok pesantren Nurul Huda di atas.



b)      Metode angket

Metode angket yaitu suatu alat pengumpulan data dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan tertulis atau daftar pertanyaan tertulis yang harus dijawab dengan tertulis juga.[18]



c)      Metode observasi

Metode observasi yaitu metode pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan yang sistematis mengenai fenomena-fenomena yang diselidiki.[19]

Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang hubungan minat santri terhadap pendidikan ketrampilan.



d)     Metode dokumentasi

Metode dokumenasi yaitu metode yang dipergunakan untuk mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, prasasti, notulen, agenda dan sebagainya.[20]

Metode ini digunakan untuk memperoleh dokumen-dokumen penting dari pesantren, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.



e)      Metode analisis data

1)      Analisis pendahuluan

Analisis pendahuluan yaitu dengan menyusun tabel distribusi frekuensi dari setiap variabel yang terdapat dalam penelitian.

2)      Analisis uji hipotesis

Analisis ini untuk menguji distribusi frekuensi yang telah disusun dalam analisis pendahuluan, yaitu dengan memakai analisis statistik rumus korelasi product moment yaitu : [21]


Keterangan :

rxy  : Koefisien korelasi product moment

xy  : Perkalian antara x dan y

x    : Variabel minat santri

y    : Variabel pendidikan ketrampilan

N   : Jumlah responden yang diteliti

S    : Sigma/jumlah



3)      Analisis lanjut

Analisis lanjut merupakan langkah terakhir yang dilakukan setelah hasil dari analisis uji hipotesis tersebut diketahui, yaitu memberikan interpretasi terhadap r0 : rt, baik untuk taraf signifikansi 5 % maupun 1 % dengan mencari df-nya terlebih dahulu. Apabila telah diketahui df-nya, kemudian diperoleh r0 > rt berarti signifikan. Jadi ada hubungan antara minat santri terhadap pendidikan ketrampilan, sebaliknya jika r0 < rt berarti non signifikan, maksudnya tidak ada hubungan.



G.    Sistematika Penulisan Skripsi


Untuk memudahkan pembahasan atau untuk mengetahui gambaran secara umum skripsi ini, perlu kiranya penulis ketengahkan sistematikanya, yang dalam hal ini dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu : bagian muka, bagian isi dan bagian akhir.

1.      Bagian Muka

Pada bagian muka terdiri dari : halaman judul, halaman nota persetujuan pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto dan persembahan, kata pengantar, daftar isi dan daftar tabel.



2.      Bagian Isi

Bagian isi ini terdiri dari :

Bab I      :  Pendahuluan

                  Pendahuluan berisi latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, hipotesis, tujuan dan kegunaan penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II     : Landasan Teori

                  Dalam bab ini diuraikan mengenai minat santri, pendidikan ketrampilan dan hubungan keduanya, mencakup : minat santri yang meliputi : pengertian minat, macam-macam minat, faktor-faktor yang mempengaruhi minat. Kemudian penyelenggaraan pendidikan ketrampilan di pondok pesantren meliputi : pendidikan ketrampilan di pondok pesantren, strategi pembinaan pondok pesantren meliputi : pendidikan ketrampilan, tujuan institusional pondok pesantren dan kendala-kendala dalam pembinaan pondok pesantren melalui pendidikan ketrampilan yang meliputi : tenaga pendidik (ustadz), anak didik (santri), fasilitas.

Bab III   : Penyajian Data

                  Dalam bab ini merupakan laporan hasil penelitian yang terdiri dari : situasi umum pondok pesantren Nurul Huda Tegal Sambi yang mencakup sejarah berdiri dan perkembangannya, struktur organisasi, daftar guru (ustadz) dan pengurus, daftar santri, keadaan minat santri, proses pelaksanaan pendidikan ketrampilan pondok pesantren Nurul Huda Tegal Sambi.



Bab IV   : Analisis Data

                  Analisis data meliputi analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis dan analisis lanjut.

Bab V     : Penutup

                  Penutup meliputi kesimpulan penelitian, saran dan penutup.



3.      Bagian Akhir

Di bagian akhir dari skripsi ini terdiri dari : daftar ralat, daftar pustaka, daftar riwayat hidup dan daftar lampiran-lampiran.


DAFTAR  PUSTAKA



Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Al-Ma’arif, Bandung, Cet. VIII, 1989.

A. R. Tilaar, Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1999.

Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah, Usaha Nasional, Surabaya.

Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Research Sosial, Alumni, Bandung, 1983.

Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi, Metode Penelitian Survey, LP3ES, Jakarta, 1988.

Muhaimin, MA, Pemikiran Pendidikan Islam, Bulan Bintang, Bandung, 1997.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Bina Aksara, Jakarta.

________________, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, PT Rineka Cipta, Jakarta, 1998.

Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, Andi Offset, Yogyakarta, 1993.

___________, Metodologi Research I, Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1973.

___________, Statistik II, Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1998.

W.J.S. Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Pusat Pengembangan Bahasa, Balai Pustaka, Jakarta, 1986.

Wahyu, MS, Petunjuk Praktis Membuat Skripsi, Usaha Nasional, Surabaya, 1989.

Wasty Soemanto, Pendidikan Wiraswasta, Bina Aksara, Jakarta, 1984.










[1] A. R. Tilaar, Pendidikan Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia, Remaja Rosdakarya, Bandung, 1999, hlm. 216.

[2] Muhaimin, MA, Pemikiran Pendidikan Islam, Bulan Bintang, Bandung, 1997, hlm. 297.

[3] W.J.S. Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Pusat Pengembangan Bahasa, Balai Pustaka, Jakarta, 1986, hlm.

[4] Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Al-Ma’arif, Bandung, Cet. VIII, 1989, hlm. 88.

[5] Wasty Soemanto, Pendidikan Wiraswasta, Bina Aksara, Jakarta, 1984, hlm. 21.

[6] W.J.S. Purwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1986, hlm. 1088.

[7] Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1973, hlm. 63.

[8] Ibid, hlm. 63.

[9] Wahyu, MS, Petunjuk Praktis Membuat Skripsi, Usaha Nasional, Surabaya, 1989, hlm. 39.

[10] Sutrisno Hadi, Statistik II, Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, 1998, hlm. 70.

[11] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Bina Aksara, Jakarta, hlm. 63.

[12] Ibid, hlm. 104.

[13] Masri Singarimbun dan Sofyan Efendi, Metode Penelitian Survey, LP3ES, Jakarta, 1988, hlm. 106.

[14] Suharsimi Arikunto, Op. Cit, hlm. 107.

[15] Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, PT Rineka Cipta, Jakarta, 1998, hlm. 177.

[16] Kartini Kartono, Pengantar Metodologi Research Sosial, Alumni, Bandung, 1983, hlm. 21.

[17] Sutrisno Hadi, Metodologi Research I, Andi Offset, Yogyakarta, 1993, hlm. 63.

[18] Dewa Ketut Sukardi, Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sekolah, Usaha Nasional, Surabaya, hlm. 105.

[19] Suharsimi Arikunto, Op. Cit, hlm. 146.

[20] Ibid, hlm. 149.

[21] Sutrisno Hadi, Op. Cit, hlm. 289.

0 komentar:

Post a Comment

Terimakasih Atas Kunjungannya. Jangan Lupa Komentarnya ya.

Kebijakan Admin

Kebijakan Admin