Studi Analisis Implikasi Pernikahan terhadap Proses Belajar Mengajar Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Angkatan 2001 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus Tahun 2004

A.    Latar Belakang Masalah
Manusia adalah makhluk paedagogis, yaitu makhluk Allah yang dilahirkan membawa potensi dididik dan mendidik, manusia membutuhkan pendidikan, karena dengan adanya pendidikan manusia dapat membina kepribadiannya dan mengaktualisasikan potensi-potensi yang ada dalam dirinya, sehingga mampu mencapai tingkat kedewasaaan dan tingkat penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.[1]
Ary H. gunawan mengatakan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia secara manusiawi yang harus disesuaikan dengan situaisi kondisi dan perkembangan zaman. Dalam UU RI No. 2 Th 1989 tentang sistem pendidikan nasional, ditetapkan dalam Bab I , pasal 1, ayat 1, bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan / latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.[2]
Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha esa., berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertangggung jawabDengan proses pendidikan yang lebih terarah, berarti telah ada suatu usaha untuk menuju pembinaan kualitas sumber daya manusia yang seutuhnya agar dapat berperan aktif dalam kehidupan yang pada akhirnya terbentuk pribadi yang lebih sempurna, baik yang terkait dengan akal perasaan maupun perbuatan.[3]

Pendidkan merupakan proses belajar-mengajar yang dapat menghasilkan perubahan tingkah laku yang diharapkan, segera setelah anak dilahirkan mulai terjadi proses belajar pada diri anak dan hasil yang diperoleh adalah kemampuan menyesuaikan diri denga lingkungan dan pemenuhan kebutuhan pendidikan membantu agar proses itu berlangsung secara berdaya guna dan berhasil guna.[4]
 Proses pembelajaran dalam pendidikan formal merupakan suatu hal mutlak, yang membutuhkan keterlibatan peran aktif guru dan siswa. Guru bertindak wajar sesuai dengan profesinya dan siswa belajar sesuia dengan self conciousness (kesadaran diri) yang biasanya lahir karena motivasi dari gurunya . antara guru dan siswa harus senantiasa merefleksikan interaksi edukatif dalam pembelajaran, interaksi ini merupakan hubungan aktif dua arah yang bermakna dan kreatif yang berproses dalam ikatan tujuan pendidikan.[5]   
Untuk mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri, dinegara kita Indonesia dibuat jenjang pendidikan yang berkelanjutan dan ditetapkan berdasarkan tingkat usia dan perkembangan peserta didik serta keluasan dan kedalaman bahan pelajaran. Jenjang pendidikan ini dimulai dari jenjang pendidikan dasar, yaitu SD dan SMTP atau sederajat, kemudian jenjang pendidikan menengah yaitu SLTA atau sederajat, dan jenjang pendidikan tinggi.
Dalam jenjang pendidikan dasar dan menengah peserta didiknya disebut siswa, dimana usianya belum dewasa, sedangkan dalam jenjang pendidikan tinggi peserta didiknya disebut dengan mahasiswa, dimana usia mereka adalah usia dewasa yaitu  18 tahun keatas.
Dalam usia kedewasaan itu manusia sudah dapat memilih pasangan hidup, belajar hidup rukun bersuami istri, memulai kehidupan baru, mempunyai anak, belajar membimbing dan merawat anak, mengandalikan rumah tangga, melaksanakan suatu jabatan atau pekerjaan, bertangggung jawab sebagai warga negara dan berupaya mendapatkan kelompok sosial yang tepat serta menarik.[6]
Dalam usia dan  keadaan yang seperti ini manusia, khususnya di Indonesia telah boleh melakukan pernikahan seperti yang termaktub dalam UU RI No 1 Th 1974 tentang perkawinan Bab  I pasal 1 bahwa perkawinan hanya di izinkan jika pihak pria telah berumur 19 tahun dan pihak wanita telah mencapai umur 16 tahun.[7] Dalam surat kabar “Al Wahdah”, Damaskus, 5 November 1961, telah disebutkan bahwa perkawinan para mahasiswa mahasiswi di Universitas-universitas Amerika sudah semacam mode yang merata dikalangan mereka, dan dalam salah satu universiyas disana, prosentase mahasiswa yang sudah menikah mencapai 40%. Begitu juga di universitas Inggris. Bahkan Profesor Harden, Dosen Ilmu Jiwa pada Universitas Harvard menegaskan bahwa pernikahan dikalangan mahasiswa tidak berbahaya.[8]   Keadaan ini juga yang terjadi pada kalangan  mahasiswa  di Indonesia mereka sudah banyak yang menikah saat masih duduk dibangku kuliah.
 Kita semua tahu bahwa proses pendidikan merupakan salah satu aktivitas manusia. Setiap aktivitas yang dilakukan manusia digerakkan oleh sebuah kekuatan yang disebut motivasi, dalam pendidikan motivasi berfungsi membangkitkan dorongan untuk melakukan aktifitas pendidikan. Motivasi setiap individu itu berbeda satu sama lain.[9] Disini maka akan ada perbedaan motivasi mengikuti proses belajar mengajar dari tiap individu.
Berdasarkan dari keterangan diatas maka penulis mencoba untuk mengadakan sebuah study untuk meneliti bagaimanakah keadaan mahasiswa yang telah menikah pada saat proses belajar mengajar apakah ada pengaruh yang ditimbulkan. Walaupun menurut Profesor Harden, Dosen Ilmu Jiwa pada Universitas Harvard pernikahan itu tidak berbahaya, namun belum tentu itu terjadi pada negara kita Indonesia khususnya di Stain kudus. diatas maka penulis mempunyai asumsi awal bahwa mahasiswa yang telah menikah mengalami hambatan dalam proses belajar mengajar, jadi penulis bermaksud mengajukan judul penelitian dengan judul“Studi Analisis Implikasi Pernikahan terhadap Proses Belajar Mengajar Mahasiswa Jurusan Tarbiyah Angkatan 2001 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Kudus Tahun 2004”.
  

B.     PENEGASAN ISTILAH

Agar tidak terjadi pengkaburan dan penyimpangan lebih jauh dari permasalahan. Untuk lebih memudahkan pembaca pada umumnya di dalam memahami. Maka perlu ada pembatasan, pengertian, penegasan dan maksud dari skripsi ini yaitu :
  1. Studi : Kata studi berasal dari kata bahasa Inggris “to study” yang berarti penyelidikan.[10] Penyelidikan merupakan bagian yang terpenting dari sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan seseorang dengan hati-hati dan sempurna untuk memecahkan masalah-masalah.[11]
  2. Analisis adalah: Penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.[12]
  3. Implikasi adalah : Keterlibatan/keadaan terlibat.[13]
  4. Pernikahan adalah : Ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.[14]
  5. Proses Belajar Mengajar adalah : Hubungan antara pihak pengajar (guru) dan pihak yang diajar (murid) sehingga terjadi suasana dimana pihak siswa aktif belajar dan pihak guru aktif mengajar.[15]
  6. Mahasiswa jurusan Tarbiyah Angkatan 2001: Mahasiswa adalah orang yang belajar diperguruan tinggi, jadi disini diartikan
  7.  STAIN Kudus:

  

C.    RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah yang penulis munculkan adalah sebagai berikut:

1.      Bagaimanakah bentuk  pernikahan mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus ?
2.      Bagaimanakah proses belajar mengajar mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus ?
3.      Bagaimana implikasi pernikahan terhadap proses belajar mengajar mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus ? 

D.    TUJUAN PENULISAN

1.      Mengetahui bentuk  pernikahan mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus.
2.      Mengetahui proses belajar mengajar mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus.
3.      Mengetahui implikasi pernikahan terhadap proses belajar mengajar mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus

E.     METODOLOGI PENELITIAN

Dalam melakukan penelitian, penulis mengggunakan metode kualitatif yaitu, metode penelitian yang tidak menggunakan perhitungan. Metode ini lebih peka dan dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan pola-pola yang dihadapi.[16]
1.      Variabel
Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian.[17] Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua variabel yaitu implikasi pernikahan sebagai variabel bebas dan proses belajar mengajar mahasiswa sebagai variabel terikat.
2.      Obyek penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian.[18] Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus  yang telah menikah.
Karena mahasiswa yang telah menikah tidak mencapai seratus orang, maka penulis mengambil keseluruhan dari jumlah populasi sebagai obyek penelitian. Mereka adalah: Roikhatun, Siti Muslichah (Klp C), Komaruddin, Isna Zahrotul Laila (Klp D), Sumiati, Sulhadi (Klp G), Erwin Agus Heryanto (Klp H).   
3.      Sumber data
Untuk mendapatkan  data penulis mengambil dari :
a.       Kepustakaan
Yaitu : Mengambil data dari buku-buku yang mendukung penelitian.  
b.      Data lapangan
Yaitu : Data yang dihasilkan dari proses pengamatan dari lapangan.

4.      Metode pengumpulan data
a.       Observasi
Observasi adalah suatu metode ilmiah dengan cara pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki.[19]
b.      Interview
Interview adalah metode pengumpulan data denga cara tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian.[20] Disini, penulis melakukan wawancara dengan mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus  yang telah menikah, sebagai obyek penelitian, sedangkan untuk mengetahui keadaan proses belajar mengajar penulis mengadakan interview dengan para dosen pengajar. 
5.      Metode pengolahan data dan analisa data
Setelah penulis mengumpulkan data, maka tahap berikutnya adalah pengolahan data denga menggunakan:
a.   Dengan menelaah seluruh data dari berbagai sumber, yaitu wawancara dan observasi.
b.   Mengadakan reduksi data denga jalan membuat abstarksi
c.       Menyusun dalam satuan-satuan kemudian dikategorikan kemudian dibuat coding.
d.      Mengadakan pemeriksaan keabsahan data.[21]
Untuk menganalisa data penulis mengggunakan analisa kualitatif. Maksudnya data yang disajikan dalam bentuk verbal.[22] Sedangkan tekhnik analisanya meliputi:

a.       Induksi
Pengambilan kesimpulan dari pernyataan atau fakta yang bersifat khusus menuju kesimpulan yang bersifat umum. [23]
b.      Deduksi  
Pengambilan kesimpualn dari pernyataan umum menuju kepada pernyataan yang khusus dengan menggunakan penalaran.[24]

F.     SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika ini terdiri dari lima Bab yang masing-masing terdapat sub-sub Bab. Adapun sistematikanya sebagai berikut:
Pengantar skripsi berisi : Halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, halaman kata pengantar, halaman daftar isi dan daftar tabel.
BAB I      :    Pendahuluan, berisi : latar belakang masalah, alasan pemilihan judul, rumusan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian, metode analisis data, sistematika penulisan skripsi.
BAB II    :    Landasan teori, terdiri dari dua sub Bab :
Pertama, Pernikahan yang berisi tentang Pengertian pernikahan, dasar-dasar dan tujuan pernikahan, hukum melakukan pernikahan, dan macam-macam pernikahan, faktor yang harus dipertimbangkan dalam pernikahan.
 Kedua, proses belajar mengajar meliputi: Pengertian, faktor yan mempengaruhi belajar, komponen-komponen dasar dalam Proses belajar mengajar, pelaksanaan Proses belajar mengajar.
BAB III  :    Gambaran umum jurusan Tarbiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus tahun 2004.
Pertama, Situasi obyektif meliputi : sejarah berdirinya, visi dan misi, struktur organisasi, jurusan Tarbiyah STAIN Kudus, Jumlah mahasiswa Tarbiyah, proses belajar mengajar jurusan Tarbiyah angkatan 2001 .
Kedua, data tentang mahasiswa yang telah menikah.
BAB IV   :    Analisis implikasi pernikahan terhadap proses belajar mengajar mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus. Terdiri dari : sub bab pertama tentang faktor penyebab pernikahan mahasiswa. Sub bab kedua tentang implikasi pernikahan terhadap proses belajar mengajar mahasiswa jurusan Tarbiyah angkatan 2001 STAIN Kudus 
BAB V    :    Penutup yang berisi: Kesimpulan, saran-saran, dan kata penutup.
Demikian sistematika penulisan skripsi yang penulis ajukan dengan harapan dapat terhindar dari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penyusunan sub bab-sub bab yang tertera dalam skripsi ini.


 























DAFTAR PUSTAKA


Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan, Suatu analisis sosiologi tentang pelbagai problem pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2000.

Burhanuddin Salam, Pengantar Pedagogik (Dasar-dasar Ilmu Mendidik), Rineka Cipta, Jakarta, 1997.

Lexy Moleong,  Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya, Bandung, 1993.

Made Pidarta, Landasan Kependidikan, Stimulus ilmu pendidikan bercorak Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta, 1992.


Moh Natsir,  Metode Penelitian, Galia Indonesia, Jakarta, 1988.

Muhammad Fadhil al-Jamili, Filsafat Pendidikan dalam Al-Qur’an, (terjemahan) Judi Al-Falasani, Bina Ilmu, Surabaya, 1986.


Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Sinar Baru, Bandung, 1991.


Subekti, Tjitro Sudibyo, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata edisi revisi , Pradnya Pramta, jakarta, 1999.


Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik, Bina Aksara, Jakarta, 1996.

Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Andi Offset, Yogyakarta, 1994.

Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Rineka Cipta,  Jakarta, 2000.









BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk paedagogis, yaitu makhluk Allah yang dilahirkan senantiasa membawa potensi untuk dididik dan mendidik, seluruh manusia diatas muka bumi ini membutuhkan pendidikan, karena dengan adanya pendidikan manusia dapat membina kepribadiannya dan mengaktualisasikan potensi-potensi yang ada dalam dirinya, sehingga mampu mencapai tingkat kedewasaaan dan tingkat penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.1Dari proses ini mka setiap manusia bisa menjalankan fungsinya senaagai penguasa dibumi.  
Ary H. gunawan mengatakan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia secara manusiawi yang harus disesuaikan dengan situaisi kondisi dan perkembangan zaman. Dalam UU RI No. 2 Th 1989 tentang sistem pendidikan nasional, ditetapkan dalam Bab I , pasal 1, ayat 1, bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan / latihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.2 Dari sini bisa dilihat bahwa sesungguhnya dengan adanya pendidikan itulah maka manusia betul-betul diarahkan untuk mencapai kepada apa yan sebenarnya harus dilakukan, yaitu menjadi yang paling mulia dimuka bumi.  
Pendidikan di Indonesia bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan berbagai cara berbeda satu sama lainnya dan bertujuan agar dapat menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang maha Esa., berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertangggung jawab baik bagi dirinya sendiri, orang lain, maupun lingkungan sekitarnya diatas Bumi. Dengan proses pendidikan yang
DRAFT INTERVIEW

A.          Masalah Pernikahan
1.   Sejak kapan anda menikah ?
2.   Dengan siapa anda menikah ?
3.   Faktor apakah yang menyebabkaan anda menikah saat masih menempuh studi ?.
4.   Apakah anda sudah bekerja, atau belum ?
5.   Jika belum bekerja, lalu siapakah yang membiayai kehidupan anda dan pasangan ?.
6.   Dimanakah sekarang anda tingggal, apakah ikut orang tua, ataukah sudah memisahkan diri ?.
7.   Jika sudah memisahkan diri, lalu anda sekarang tinggal dimana ?.
8.   Apakah anda sudah dikaruniai anak ?.
9.   Berapakah anak anda ?.
10. Jika anda kuliah, siapakah yang menjaga dan merawat anak anda ?.
 
B.           Masalah proses belajar mengajar
1.      Apakah anda masih bersemangat kuliah ?.
2.      Jika iya, apa yang mendorong anda bersemangat kuliah ?
3.      Jika tidak, lalu mengapa ?
4.      Bagaimanakah sikap anda saat mengikuti kuliah, apakah bisa berkonsentrasi atau tidak ?
5.      Jika iya, mengapa?
6.      Jika tidak, mengapa ?
7.      Pada saat diskusi kelas apakah anda bisa ikut aktif ?.
8.      Jika tidak, mengapa itu bisa terjadi ?
9.      Apakah dalam pembuatan tugas anda mengerjakan sendiri ?.
10.  Jika tidak, lalu siapa yang mengerjakannya ?. 


[1]Made Pidarta, Landasan Kependidikan, Stimulus ilmu pendidikan bercorak Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta, 1992, hal, 5.

[2]Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan, Suatu analisis sosiologi tentang pelbagai problem pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2000,  hal 55-56
[3]Muhammad Fadhil al-Jamili, Filsafat Pendidikan dalam Al-Qur’an, (terjemahan) Judi Al-Falasani, Bina Ilmu, Surabaya, 1986,hal 3.

[4]Burhanuddin Salam, Pengantar Pedagogik (Dasar-dasar Ilmu Mendidik), Rineka Cipta, Jakarta, 1997,hal 107-108.

[5]Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, Rineka Cipta,  Jakarta, 2000, hal 11.

[6]Made Pidarta, Op Cit, hal 190.

[7]Subekti, Tjitro Sudibyo, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata edisi revisi , Pradnya Pramta, jakarta, 1999, hal 540.

[8] Musthofa As-Siba’y, Wanita, Diantara Hukum Islam dan Perundang-undangan, Bulan Bintang, Jakarta, t. th, hlm 87.

[9] Burhanuddin Salam, OP. Cit , hal 105.
[10]WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, hal. 169.

[11]Muhammad Nasir, Metodologi Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1975, hal. 13.

[12] Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1991, hal. 37

[13] Ibid, hal 374

[14] Undang-undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974, Aneka Ilmu, Semarang, 1991,  hal 1
[15] Iskandar W., Kumpulan Pikiran Dalam Pendidikan, Rajawali, Jakarta, 1982, hal 37.
[16]Lexy Moleong,  Metode Penelitian Kualitatif, Remaja Rosda Karya, Bandung, 1993, hal 2.

[17]Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik, Bina Aksara, Jakarta, 1996, hal 91
[18]Ibid, hal 62

[19]Sutrisno Hadi, Metodologi Research, Andi Offset, Yogyakarta, 1994, hal 136.

[20]Suharsimi Arikunto, Op Cit, hal  46
[21]Ibid, hal. 190.

[22]Moh Natsir,  Metode Penelitian, Galia Indonesia, Jakarta, 1988, hal 406.

[23]Nana Sudjana, Tuntunan Penyusunan Karya Ilmiah, Sinar Baru, Bandung, 1991, hal 7.

[24]Ibid, hal 6.
1 Made Pidarta, Landasan Kependidikan, Stimulus ilmu pendidikan bercorak Indonesia, Rineka Cipta, Jakarta, 1992, hal, 5.

2 Ary H. Gunawan, Sosiologi Pendidikan, Suatu analisis sosiologi tentang pelbagai problem pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 2000,  hal 55-56

No comments:

Post a Comment

Terimakasih Atas Kunjungannya. Jangan Lupa Komentarnya ya.

Kebijakan Admin

Kebijakan Admin
Powered by Blogger.