Studi Korelasi Antara Intensitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs. Miftahut Tholibin Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2003/2004

A. Latar Belakang Masalah

Dewasa ini pemerintah berusaha memperbaiki dan meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang menyangkut penyempurnaan cara-cara belajar yaitu dengan menyediakan dan memperbanyak perpustakaan. Gagasan pemerintah ini adalah agar perpustakaan mampu berperan sebagai sarana pendidikan (sumber belajar). Perpustakaan diharapkan dapat membantu mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus ikut berpartisipasi dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional. “Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manuusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa bertanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan”.1
Oleh karena begitu pentingnya perpustakaan bagi lembaga pendidikan, maka seharusnya kuantitas dan kualitasnya pun harus ditingkatkan, namun sampai saat ini perpustakaan masih dalam taraf perkembangan khususnya perpustakaan sekolah.

Sekolah sebagai lembaga pendidikan perlu adanya terobosan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman dewasa ini. Maka cukup relevan kehadiran perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa di sekolah dan memperkaya ilmu pengetahuan. Perpustakaan sekolah juga diharapkan dapat menambah semangat belajar mandiri.
Keberadaan perpustakaan sekolah dapat juga dijadikan sebagai salah satu sarana penunjang proses pembelajaran, karena banyak perkembangan ilmu pengetahuan yang tidak disampaikan melalui proses pembelajaran sehubungan terbatasnya waktu yang tersedia. 2
Guna memperdalam materi pembelajaran, siswa diharapkan banyak membaca buku-buku yang relevan di perpustakaan. Guru sangat berperan dalam mendorong siswa untuk berkunjung ke perpustakaan sekolah, dalam bentuk tugas diluar jam pembelajaran, dengan sarana dan prasarana yang memadai serta dengan promosi yang menarik, maka perpustakaan  sekolah dapat membantu prestasi belajar siswa pada umumnya, khususnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
Mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dalam perkembangan pendidikan di madrasah semakin menduduki posisi yang penting, karena dengan mempelajari Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), peserta didik menjadi terbuka waasannya tentang keadaan dan peradaban Islam pada masa lampau sampai masa kini.
Di Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau SLTP Islam dalam kurikulum 1994 mempunyai alokasi waktu 2 jam pelajaran setiap minggunya .
“Semakin pentingnya mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dapat dilihat dari misi tujuan pendidikan sejarah yang diembannya, berdasarkan rumusan tujuan yang terdapat dalam kurikulum 1964 sampai 1984. Misi yang diemban mata pelajaran sejarah dapat dikelompokkan dalam dua bagian. Kelompok pertama adalah tujuan untuk menanamkan rasa kebangsaan, sedang kelompok kedua adalah rumusan yang lebih memberikan peran kepada pendidikan sejarah sebagai media untuk mengembangkan intelektual peserta didik.3
Guru sebagai pengajar tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran di depan kelas tetapi juga menyiapkan dan merencanakan pelajaran, memberi tugas, menilai proses hasil belajar, merencanakan kegiatan-kegiatan dan menegakkan disiplin.
“Disiplin guru yang baik merupakan pengendalian (controlling) dan pengarah (directing) segala perasaan dan setiap orang yang ada di dalam sekolah untuk menciptakan dan memelihara suatu suasana bekerja yang efektif”.4
Apabila dikaji dari isi kurikulum 1984, maka terlihat bahwa misi pendidikan Sejarah Kebudayaan Islam sudah terkandung kemampuan kognitif dan afektif. Kemampuan afektif yang utama adalah menjadikan pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam menarik bagi siswa.
Namun dalam realitanya, ternyata sampai saat ini pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam masih dianggap pelajaran yang kurang menarik bagi siswa dan bahkan pelajaran ini dianggap tidak penting. Kurang menariknya pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Tsanawiyah dan SLTP Islam ini menyebabkan nilai yang diperoleh di bawah rata-rata.
“Prestasi belajar siswa dipengaruhi dua faktor yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal”.5
Faktor Internal adalah faktor yang timbul dari dalam jiwa siswa sedangkan faktor eksternal adalah faktor yang digerakkan dari luar keberhasilan siswa dalam mengikuti pelajaran didukung oleh beberapa faktor eksternal, salah satunya adalah buku-buku di perpustakaan sekolah, dengan demikian siswa akan menambah pengetahuan melalui belajar mandiri.
Berdasarkan uraian di atas ada ketidaksesuaian antara teori yang dilaksanakan dengan kenyataan yang ada, yaitu meskipun telah ada perpustakaan di sekolah, tetapi para siswa belum memanfaatkan secara maksimal, sehingga dari fenomena di atas, mendorong penulis untuk mengadakan penelitian dengan mengambil judul “Studi Korelasi Antara Intensitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MTs. Miftahut Tholibin Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2003/2004”.

B. Penegasan Istilah

Guna menghindari penafsiran yang berbeda-beda, maka penulis kiranya perlu penegasan istilah. Adapun penegasan istilah yang penulis kemukakan  adalah :
1.   Studi Korelasi
Kata “studi” berarti penelitian ilmiah yang artinya kajian, “telaah”.6 Sedangkan “korelasi” artinya hubungan timbal balik atau “sebab akibat”.7 Dengan demikian studi korelasi adalah penelitian imiah dengan cara mencari hubungan timbal balik atau sebab akibat antara dua hal.
2.  Intensitas Pemanfaatan
Intensitas berasal dari kata intensif yang artinya terus menerus. Pemanfaatan artinya pendayagunaan atau menggunakan sesuatu yang akan menumbuhkan hasil.
3.   Perpustakaan Sekolah
Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang dikelola oleh sekolah sebagai sarana atau fasilitas untuk membantu siswa dalam proses belajar mengajar guna mencapai prestasi belajar yang tinggi.
4.   Prestasi Belajar
Prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan atau dikerjakan).8 Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu.9

5.   Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)
Adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di Madrasah Tsanawiyah atau SLTP Islam yang mengkaji tentang sejarah kebudayaan, peradaban dan perkembangan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, hingga keberadaan Islam pada masa kini.

C.        Rumusan Masalah

Berangkat dari uraian-uraian di atas penulis memiliki beberapa permasalahan, di antaranya :
  1. Bagaimana aktifitas siswa dalam memanfaatkan buku-buku perpustakaan pada mata pelajaran SKI di MTs. Miftahut Tholibin Mejobo Kudus pada tahun pelajaran 2003/2004?
  2. Bagaimana prestasi belajar siswa MTs. Miftahut Tholibin tahun pelajaran 2003/2004 ?
  3. Adakah hubungan antara intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI di MTs. Miftahut Tholibin Mejobo Kudus Tahun pelajaran 2003/2004 ?

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah :
  1. Untuk mengetahui aktifitas siswa dalam meminjam buku di perpustakaan di MTs. Miftahut Tholibin Kec. Mejobo Kab. Kudus.
  2. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran SKI tahun pelajaran 2003/2004.
  3. Untuk mengetahui gambaran yang jelas mengenai hubungan intensitas pemanfaatan  perpustakaan sekolahdengan prestasi belajar siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs. Miftahut Tholibin tahun pelajaran 2003/2004.

E. Alasan Pemilihan Judul

Dalam penulisan skripsi ini, penulis sengaja mengambil judul “Studi Korelasi Antara Intensitas Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah dengan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di MTs.  Miftahut Tholibin Mejobo Kudus Tahun Pelajaran 2003/2004”, berdasarkan alasan sebagai berikut :
  1. Judul tersebut cukup menarik untuk dikaji, sehingga peneliti sangat tertarik untuk mengetahui dan meneliti sejauhmana intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah di MTs  Miftahut Tholibinn
  2. Ingin mengetahui sejauh mana hubungan antara intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap  prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI di MTs Miftahut Tholibin tahun pelajaran 2003 / 2004.

F.   Hipotesis

Hipotesa merupakan suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.10 Hipotesa adalah suatu kesimpulan tetapi kesimpulan itu belum final, masih harus dibuktikan kebenarannya. 11
Dengan melihat fenomena yang ada di lokasi (obyek) penelitian, maka penulis mengajukan hipotesa sebagai berikut : “Ada hubungan yang signifikan antara intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI di MTs. Miftahut Tholibin Kec. Mejobo Kab. Kudus Tahun Pelajaran 2003/2004.”
Apabila intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa tinggi, maka prestasi belajar yang dicapaipun tinggi atau baik, tetapi apabila intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa rendah, maka prestasi belajar yang dicapai oleh siswa hasilnya juga rendah.

G. Metode Penelitian

1.      Populasi dan Sampling
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Sedangkan sampel  sebagaian atau wakil populasi yang diteliti. Menurut Suharsini Arikunto, apabila subyeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semuanya sehingga penelitianya merupakan penelitian  populasi,  selanjutnya  jika  subyeknya besar dapat diambil 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih.[12]
Karena populasi yang diteliti seluruh siswa MTs Miftahut Tholibin jumlahnya 504 siswa (lebih dari 100),  maka  peneliti mengambil  20% dari  jumlah siswa  kelas I, II dan III dengan perincian  sebagai  berikut ;
a.   Kelas I   : 20 % dari 157 siswa adalah 31 Siswa.
b.   Kelas II  : 20 % dari 150 siswa adalah 30 Siswa
c.   Kelas III : 20 % dari 197 siswa adalah 39 siswa
Dengan demikian jumlah sampel  siswa yang  diteliti adalah 100 siswa.
2.      Variabel Penelitian
Variabel adalah hal-hal yang menjadi obyek penelitian atau apa yang menjadi  titik  perhatian   suatu   penelitian.13  Sedangkan menurut Sugiyono dalam buku “Metode Penelitian Administrasi” variabel didefinisikan sebagai atribut dari seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara seorang dengan orang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.14 Dalam penulisan  skripsi ini, penulis menggunakan dua variabel sebagai pijak utama dalam penulisan skripsi ini, yaitu :
a.       Intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai variabel independent (X) atau variabel yang dipengaruhi dengan indikator berikut :
1)      Siswa  sering  mengunjungi  perpustakaan.
2)      Siswa sering membaca  buku di perpustakaan.
3)      Siswa sering meminjam buku  di perpustakaan
b.      Prestasi belajar siswa sebagai variabel dependent (Y) dengan indikator sebagai berikut :
1)      Nilai rapot siswa  baik.
2)      Nilai ulangan harian siswa baik.
3)      Nilai hasil ulangan akhir siswa baik.
4)      Pengetahuan yang diperoleh semakin banyak.

3.      Tehnik Pengumpulan Data
Dalam hal ini penulis menggunakan beberapa teknik pengumpulan data, di antaranya :
a.       Metode Interview
Interview adalah metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dikerjakan dengan cara sistematik dan berlandaskan pada tujuan penyelidikan.15 Ini digunakan untuk memperoleh data yang berhubungan dengan responden untuk mengetahui tentang seberapa besar intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran SKI di MTs. Miftahut Tholibin.
b.      Metode Angket atau Kuesioner
Adalah metode menggunakan pertanyaan secara tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.16
c.       Metode Dokumentasi
Metode pengumpulan data dengan cara mencatat dokumen-dokumen yang ada sesuai dengan kebutuhan penulis. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang jumlah siswa yang dijadikan sampel, juga data lain yang dibutuhkan dalam penelitian.



4.      Tehnik Analisa Data
Untuk menganalisa data yang diperoleh penulis menggunakan tehnik statistik. Sedangkan pengertian statistik sebagaimana dikemukakan Anas Sudjono, yaitu: data angket yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan peristiwa atau gejala tertentu.17 Adapun langkah yang dilakukan dalam menganalisa data adalah sebagai berikut :
a.   Analisa Pendahuluan
Pada tahap ini  penulis menyajikan data hasil jawaban angket  yang diberikan kepada siswa, kemudian hasil jawaban tersebut di ubah menjadi data kwantitatif dengan  memberi  skor pada tiap-tiap  jawaban  yang ketentuannya  adalah  sebagai berikut :
-          Jawaban ( a ) diberi skor : 4
-          Jawaban ( b ) diberi skor : 3
-          Jawaban ( c ) diberi skor : 2
-          Jawaban ( d ) diberi skor : 1
Kemudian penulis menyajikan data nilai prestasi belajar SKI yang selanjutnya dilakukan korelasi terhadap kedua data tersebut.
b.   Analisa Lanjut
Untuk menguji hipotesis yang diajukan, maka diadakan penghitungan lebih lanjut dengan analisis statistik dengan menggunakan rumus statistik Koefisien Kolerasi “r” Product Moment. Kegunaan kolerasi product moment adalah untuk mencari hubungan antar variabel yang diteliti dalam hal ini variabel independent adalah berupa intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah sedangkan variabel dependent adalah prestsi belajar siswa Miftahut Tholibin Mejobo Kudus. Dengan rumus  sebagai berikut :



                                         N ∑XY –  (∑X) (∑Y)
r xy  =
                                NX2(∑X)2      NY2(∑Y)2 

Keterangan :
N         : Number of case (jumlah responden yang diteliti)
åXY   :  Jumlah dari perkalian variabel X (intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah oleh siswa dengan variabel Y (prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam).
åX      : Jumlah variabel X
åY      : Jumlah variabel Y.18

c.   Analisis Uji Hipotesa
Setelah diperoleh hasil dari koefesien korelasi antara variabel X dan Y atau nilai r sudah diketahui maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan antara nilai r  (hasil koefesien korelasi) dengan nilai r yang ada pada tabel (untuk signifikasi 5 % dari 1% ), jika nilai  r  yang dihasilkan sama atau lebih besar nilai r tabel, maka  hipotesis yang duajukan diterima kebenarannya. Jika nilai r yang dihasilkan lebih kecil  dari  r  tabel, maka hipotesis yang diajukan ditolak kebenarannya.

H. Sistematika Penulisan Skripsi

Dalam upaya untuk memudahkan penulisan penelitian ini dan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca, maka penyusunan ini dibagi bab per bab. Dalam setiap bab memuat sub bab yang masih umum sifatnya, yang mana satu dengan yang lainnya terdapat keterkaitan. Adapun sistematika penulisannya adalah sebagai berikut :


1.   Bagian Muka
Pada bagian ini berisi: halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar,  daftar isi dan daftar tabel.
2.   Bagian Isi
BAB I
:
PENDAHULUAN
Dalam bab pendahuluan ini, adalah gambaran keseluruhan skripsi yang meliputi: latar belakang masalah, penegasan istilah, tujuan penelitian, alasan pemilihan judul, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi.
BAB II
:
LANDASAN TEORI
Dalam bab ini membahas tentang :
A.    Perpustakaan Sekolah meliputi :
Pengertian perpustakaan, macam-macam perpustakaan, kedudukan perpustakaan sekolah, fungsi perpustakaan sekolah, pemanfaatan perpustakaan sekolah dan sistem pelayanan perpustakaan sekolah.
B.     Prestasi Belajar Siswa meliputi :
Pengertian prestasi belajar, teori-teori belajar, tujuan belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa.
C.     Hubungan antara intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam.
BAB III
:
LAPORAN HASIL PENELITIAN
A.    Dalam bab ini membahas tentang : gambaran umum MTs Miftahuth Tholibin Mejobo Kudus tahun pelajaran         2003/2004.
B.  Aktifitas peminjaman buku-buku perpustakaan dan intensitas pemanfaatan perpustakaan sekolah dengan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta mencakup tentang data responden hasil angket.
BAB IV
:
ANALISA DATA
Dalam bab ini membahas tentang analisa data yang mencakup analisa pendahuluan, analisa uji hipotesa dan analisa lanjutan.
BAB V
:
PENUTUP
Dalam bab ini membahas : kesimpulan, saran-saran dan kata penutup

3.   Bagian Akhir
Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka, lampiran-lampiran dan daftar riwayat pendidikan penulis.




             






1Republik Indonesia. Undang-Undang No. 2 Tahun 1989, Tentang Dasar Fungsi dan Tujuan Pendidikan Nasional, Sinar Grafika, Jakarta, 1994, hlm. 4
2Hendry Catur Taringan, Membaca Sebagai Ketrampilan Berbahasa, Angkasa, Bandung, 1987, hlm. 102.

3Agus Sujana, Didaktif Metodik, UNS Surakarta, Surakarta, 1998, hlm.72.

4Subari, Supervisi Pendidikan dalam Rangka Perbaikan Situasi Mengajar, Bumi Angkasa, Jakarta, 1994, hlm. 168.

5Umar Hamalik, Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar, Tarsito, Bandung, 1980, hlm. 25.
6Anton M. Moeliono, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1993, hlm. 461.

7Ibid, hlm. 526.

8Ibid, hlm. 797.

9Ibid, hlm. 14.
10Suharsini Arikunto, Prosedura Penelitian suatu Pendekatan Praktik,  Rineke Cipta, Jakarta, 1998, hlm. 67.

11Winarso Surachmad. Ed, Pengantar penelitian Ilmiah (Dasar Metode Tehnik)  Tarsito, Bandung, 1984, hlm. 68.
[12]Suharsimi Arikunto, Op.cit, hlm. 115.

13 Ibid, hlm. 12.

14Sugiyono, Metode Penelitian Administarsi, Alfabeta, Bandung, 1998, hlm. 20
15 Sutrisno Hadi, Metodologi Research II, Andy Offset, Yogyakarta, 2000, hlm. 193.

16Suharsini Arikunto, Op.cit, hlm. 140.
17Anas Sudjono, Statistik Pendidikan, PT. Raja Gratindo Persada. Jakarta, 1996 hal 2 
18Sutrisno Hadi, Op.cit, hlm. 39.