Pengertian Pendidikan Agama Islam Menurut Bahasa, Istilah Dan Para Pakar

Pengertian Pendidikan Agama Islam

Pendidikan sebagai usaha membina dan mengembangkan pribadi dari aspek-aspek rohani dan jasmaniah juga harus berlangsung secara bertahap. Oleh karena suatu kematangan yang bertitik akhir pada optimalisasi perkembangan atau pertumbuhan, baru dapat tercapai bilamana berlangsung memulai proses demi proses kearah tujuan akhir perkembangan atau pertumbuhannya.

Tidak ada satupun makhluk ciptaan Tuhan yang dapat mencapai kesempurnaan atau kematangan hidup tanpa berlangsung melalui proses. Akan tetapi suatu proses yang diinginkan dalam usaha pendidikan adalah proses terarah dan bertujuan yaitu mengarahkan anak didik (Manusia) kepada titik optimal kemampuannya. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah terbentuknya kepribadian yang bulat dan utuh sebagai manusia individual dan sosial serta hamba Tuhan yang mengabdikan diri kepadanya (H.M. Arifin. 1993:11)

Untuk tujuan itulah, manusia harus dididik melalui proses pendidikan Islam. Berdasarkan pandangan diatas, maka pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang dapat memberikan kemampuan seseorang untuk memimpin kehidupannya sesuai dengan cita-cita Islam, karena nilai-nilai Islam telah menjiwai dan mewarnai corak kepribadiannya.

Dasar Pendidikan Islam

Dasar ideal pendidikan Islam sudah jelas dan tegas yaitu firman Allah dan sunnah Rasulullah SAW. Kalau pendidikan diibaratkan bangunan maka isi Al-Qur’an dan Haditslah yang menjadi fundamennya. Al-Qur’an adalah sumber kebenaran dalam Islam, kebenaran yang sudah tidak dapat diragukan lagi. Sedangkan sunnah Rasulullah SAW yang dijadikan landasan pendidikan agama Islam adalah berupa perkataan, perbuatan atau pengakuan Rasullullah SAW dalam bentuk isyarat. Bentuk isyarat ini adalah suatu perbuatan yang dilakukan oleh sahabat atau orang lain dan Rasullullah membiarkan saja dan terus berlangsung.
Dari uraian diatas makin jelaslah bahwa yang menjadi sumber pendidikan adalah Al-Qur’an dan Sunnah yang didalamnya banyak disebutkan  ayat atau hadits yang mewajibkan Pendidikan Agama Islam untuk dilaksanakan antara lain: Allah berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا (الاحزاب: ٧۱ )

Artinya: Dan barang siapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia akan bahagia sebenar-benar bahagia. (QS Al-Ah-zab 71).

Ayat tersebut tegas sekali mengatakan bahwa apabila manusia telah mengatur seluruh aspek kehidupannya (Termasuk pendidikannya) dengan kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya, maka akan bahagialah hidupnya dengan sebenar-benarnya bahagia baik didunia maupun di akhirat nanti. Sabda nabi Muhammad SAW:

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابُ اللهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلََّمَ (رواه الاٍمام مالك)

Artinya: Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian yang membuat kalian tidak akan sesat selagi kalian berpegang kepada keduanya, yaitu kitabullah,(Alquran) dan sunnah Rasul-Nya. (H.R.Imam Malik). (Syekh Mansur Ali Nashif, 2002: 98)

Menurut Zuhairini, dkk melanjutkan bahwa: “Pelaksanaan pendidikan agama Islam di Indonesia mempunyai dasar yang cukup kuat. Dasar-dasar tersebut dapat ditinjau dari: (Zuhairini et al. 1983: 21)

a.       Yuridis/ Hukum
b.      Religius
c.       Social Psykologis

Materi Pendidikan Agama.

Ajaran pendidikan agama Islam sangat luas dan bersifat universal, sebab mencangkup seluruh aspek kehidupan manusia, baik yang berhubungan dengan Khaliqnya maupun yang berhubungan dengan mahluknya. Pada dasarnya materi pendidikan agama Islam tersebut terbagi menjadi tiga pokok masalah yaitu:

a.       Aqidah (Keimanan).
Adalah bersifat I’tiqod batin, mengajarkan keesaan Allah, Esa sebagai Tuhan yang mencipta, mengatur dan meniadakan alam ini.

b.      Syariah (Keislaman).
Peraturan-peraturan yang di ciptakan Allah atau yang diciptakan pokok-pokoknya supaya manusia berpegangan kepadanya didalam hubunganya dengan Tuhan, dengan saudaranya sesama muslim dengan saudaranya sesama manusia, beserta hubungan dengan alam sekitarnya dan hubungannya dengan kehidupan. (Sahilun A. Natsir dan Hafi Anshari, 1982: 88)

c.       Akhlak ( Budi Pekerti ).
Akhlak ialah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan macam-macam perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan.

Tujuan Pendidikan Agama Islam

Berangkat dari pengertian pendidikan agama Islam yaitu pembentukan kepribadian muslim (spiritual, intelektual, imeginasi, dan jasmani) menuju kepribadian insane kamil. Maka akan sangat penting jika bertumpu pada tujuan pendidikan agama Islam.

Menurut Ahmad Tafsir tujuan pendidikan Islam adalah “muslim yang sempurna, atau manusia yang takwa, atau manusia beriman, atau manusia yang beribadah kepada Allah (Ahmad Tafsir, 1994: 51)

Jadi, jelaslah bahwa tujuan pendidikan agama Islam tidak bisa terlepas dari masalah nilai-nilai ajaran Islam itu sendiri, oleh karena realisasi nilai-nilai itulah yang pada hakikatnya menjadi dasar dan tujuan pendidikan agama Islam.