Pengertian Istinja' dan Dalil-dalil syar'i Yang menjadi Landasannya

Saudaraku seiman dan seagama, Tidak hanya dalam ilmu medis saja kita diwajibkan untuk membasuh anggota badan kita dari kotoran atau najis yang melekat pada anggota tubuh kita. Bahkan dalam Islam, seorang muslim pun wajib untuk membersihkan dirinya dari kotoran-kotoran dan najis. Dan ini benar-benar telah membuktuikan betapa penuh cinta dan perhatiannya Allah kepada Ummatnya.

Pasalnya, dengan menempelnya kotoran-kotoran tersebut akan menjangkit berbagai macam penyakit, tu bila kita meninjau dari ilmu kesehatan. Namun selain hal medis tersebut, Islam juga dengan tegas memerintahkan ummatnya untuk hidup bersih. Banyak hadis yang meriwayatkan tentang kewajiban seorang muslim dalam memelihara dirinya agar terhindar dari kotoran dan najis. Beberapa di antaranya seperti hadis berikut :

Dalil Syar'i Pertama Terkait Istinja'
At Thohuuru Syathrul Iiman; Yang artinya , Suci itu sebagaian dari pada Iman.

Dalam kehidupan sehari-hari, pada metabolisme tubuh kita, kita selalu dihadapkan dengan keluarnya kotoran yang berasal dari dua pintu. Dimana kotoran-kotoran tersebut harus dan wajib hukumnya untuk di bersihkan atau disucikan, dan hal ini di dalam Islam disebut sebagai ISTINJA.

Pengertian Istinja'
Istinja' adalah Mensucikan diri dari kotoran yang keluar dari salah satu dua pintu. Cara mensucikan diri dari kotoran tersebut atau cara beristinja' yang baik adalah mula-mula menggunakan tiga buah batu, dan kemudian dilanjutkan dengan air. (Fiqih Islam, Sulaiman Rasyjid, hal. 22).

Bagi seorang Muslim yang tidak beristinja' ketika setelah melakukan buang air besar maupun buang air kecil, maka akan mendapatkan siksaan di alam kubur, seperti yang djelaskan pada dalil Syar'i berkut ini:

Dalil Syar'i yang ke-dua
Innahu Shollaloohu ngalaihi wasallama marra biqobroini faqoola : Innahumaa yungadzabaani ammaa akhadahumaa fakaana yamsyii binnamiimati wa ammal aakhoru fakaan laa yastanzihu min baulihi.
Artinya
Beliau telah melewati dua kuburan, ketika itu beliau bersabda, "kedua orang yang ada di dalam kubur ini di siksa. salah satu di antaranya di siksa karena mengadu domba orang semasa hdupnya, dan yang satu lag mendapatkan siksa di dalam kubur karena tidak beristinja' ketika buang air kecil". (Sepakat Ahli Hadits)

Berdasarkan hadis atau dalil syar'i di atas, kita sebagai orang muslim benar-benar dituntut dalam keseharian kita untuk menghindari kotoran-kotoran dan najis. Dalam hal ini, Berisntija' bukan saja akan menyehatkan kita sebagai muslim, akan tetapi juga merupakan syarat syahnya Ibadah.

Sekian tulisan dari kami Mengenai Pengertian Istinja' dan Dalil-dalil syar'i Yang menjadi Landasannya. Terimakasi atas Kunjungannya.