Pengaruh pola asuh terhadap kreativitas anak

Di antara faktor yang mempengaruhi perkembangan anak baik fisik maupun psikis, keluarga (orang tua) merupakan faktor paling penting.

Ada beberapa sebab mengapa lingkungan keluarga merupakan faktor penting. Pertama karena merupakan kelompok sosial bagi anak. Keluarga (orang tua) menjadi orang pertama dalam kehidupan anak.kedua anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga (orang tua) oleh karena itu wajar apabila orang tua berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk juga kreatifitasnya.
Pengaruh pola asuh terhadap kreativitas anak
Pengaruh pola asuh terhadap kreativitas anak
Pola asuh orang tua yang kaku menerapkan aturan-aturan yang mutlak harus dipatuhi anak  untuk mengambil keputusan mengenai tindakannya, tetapi orang tua memerintahkan kepada anak bagaimana harus bertindak, sehingga anak kehilangan kesempatan untuk belajar mengendalikan perilakunya sendiri. 

Macam-macam pola asuh orang tua

 1.    Pola asuh demokratis
Ditandai dengan adanya pengalaman orang tua terhadap kemampuan anak, anak diberi kesempatan untuk tidak selalu tergantung kepada orang tua. Anak dilibatkan dan diberi kesempatan untuk berpartisipasi dlam mengatur hidupnya namun mengenai hal-hal yang sangat prinsip sifatnya, seperti memilih agama orang tua dapat memaksakan kehendaknya.

2.    Pola asuh otoriter
Ditandai dengan cara mengasuh anak dengan aturan-aturan yang ketat, seringkali memaksa anak untuk berperilaku seperti dirinya (orang tua), kebebasan untuk bertindak atas nama diri sendiri dibatasi, anak jarang diajak berkomunikasi dan bertukar pikiran dengan orang tua, orang tua menganggap bahwa semua sikapnya sudah benar sehingga tidak perlu dipertimbangkan dengan anak.

3.    Pola asuh permissive
Ditandai dengan cara orang tua mendidik anak secara bebas, anak dianggap sebagai orang dewasa, ia diberi kelonggaran sepuas-puasnya untuk melakukan apa saja yang dikehendaki.

Menurut Titin Indrawati, akan menjadi kurang kreatif jika orang tua selalu melarang segala tindakan anak. Anak akan kehilangan spontanitas, tetapi tidak mencetuskan ide-ide baru dan akan menjadi pasif.
Sedangkan pola asuh permisive dan demokratis yang memberikan kesempatan kepada anak untuk mengemukakan pendapat dan gagasannya, maka hal tersebut mendoong anak untuk belajar mandiri dalam berfikir dan berinisiatif, sehingga harga dirinya akan meningkat dan konsep diri yang positif juga berkembang sehingga mendorong terhadap kretivitas anak.
Dengan demikian, karena pola asuh orang tua terhadap anak bervariasi, maka pengaruhnya terhadap kreativitas juga akan berbeda. Dengan kata lain, perbedaan pola asuh anak tercermin juga dalam perbedaan kreativitasnya. Namun demikian hal ini tentunya masih perlu pengujian.

Referensi
  1. Sumadi Suryabrata, Loc. Cit.
  2. Titin Indrawati, Pengaruh Otoriter Orang Tua Terhadap Anak-Anaknya, dalam Kartini Kartono, Psikologi Terapan I, Peranan Keluarga Memandu Anak, Rajawali Pers, Jakarta, hlm. 94.