Implementasi Teori Konvergensi Terhadap Upaya Menumbuhkan Kesadaran Beragama Siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005

A. Latar Belakang Masalah

Pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang dilahirkan dalam keadaan lemah dan tak berdaya, namun demikian ia telah mempunyai potensi bawaan yang bersikap laten. Dalam perkembangannya manusia dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan, dan salah satu sifat hakiki manusia adalah mencapai kebahagiaan. Sebab untuk mencapai kebahagiaan itu manusia dalam hidupnya membutuhkan agama.[1]

Sejak dilahirkan anak membawa fitrah beragama. Fitrah sebagai potensi dasar yang dimiliki manusia sejak lahir, tidak akan bisa berkembang kecuali dengan adanya pendidikan. Demikian halnya dengan fitrah manusia yang menurut ahli pendidikan, fitrah tersebut baru berfungsi setelah melalui proses bimbingan dan latihan. Dalam Al-Qur’an surat Ar-Rum, Allah berfirman :

فاقم وجهك للدّين حنيفا قلى فطرت الله الّتى فطر الناس عليها قلى لاتبد يل لخلق  الله قلى ذلك الدّين القيّم ولكنّ اكثر الناس لا يعلمون. (الروم : 30)
Artinya :   “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah) (tetaplah atas) fitrah Allah yang menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah (Allah) (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya”. (QS. Ar-Rum : 30).[2]

Secara sempit fitrah dalam ayat tersebut bermakna potensi untuk beragama, berkeinginan beragama, juga berpotensi untuk tidak beragama. Kecenderungan atau potensi itu tidak akan dirubah oleh Allah, artinya memang demikian manusia itu diciptakan. Dengan demikian, memang sejak lahir manusia sudah membaca potensi untuk beragama.

Jika manusia tidak memiliki agama tauhid, maka itu tidak wajar. Yang demikian itu hanyalah pengaruh lingkungan. Untuk itu, peranan pembiasaan, pengajaran dan pendidikan selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak dalam menemukan tauhid yang murni, keutamaan-keutamaan budi pekerti, spiritual dan etika agama yang lurus merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan. Untuk menuju cita-cita tersebut, maka seorang anak harus dihadapakan pada dua faktor yang saling mendukung yaitu faktor pendidikan yang utama, dan faktor pendidikan lingkungan yang baik.[3]

Dalam pendidikan Islam (baca : Pengertian Pendidikan Islam ), konvergensi merupakan aplikasi dari konsep fitrah di mana setiap manusia lahir itu dengan membawa fitrah (pembawaan) yang mencakup fitrah agama, fitrah intelektual, fitrah sosial, fitrah ekonomi dan masih banyak lagi fitrah yang dimiliki oleh manusia. Fitrah-fitrah tersebut harus mendapat tempat dan perhatian serta pengaruh dari faktor eksogen manusia (lingkungan) untuk mengembangkan dan melestarikan potensinya yang positif dan sebagai penangkal dari kelestarian “an-nafsu ammarah bis su’ ”, sehingga manusia dapat hidup searah dengan tujuan Allah yang menciptakannya.[4]
Implementasi Teori Konvergensi Terhadap Upaya Menumbuhkan Kesadaran Beragama Siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005
Hasil proses perkembangan seorang siswa tidak dapat dijelaskan hanya dengan menyebutkan pembawaan dan lingkungan. Artinya, keberhasilan seorang siswa bukan karena pembawaan dan lingkungan saja, karena siswa tersebut tidak hanya dikembangkan oleh pembawaan dan lingkungannya, tetapi juga oleh diri siswa itu sendiri. Setiap orang, termasuk siswa tersebut, memiliki potensi self-direction dan self-discipline yang memungkinkan dirinya bebas memilih antara mengikuti atau menolak sesuatu (aturan atau stimulus) lingkungan tertentu yang hendak mengembangkan dirinya. Alhasil, siswa itu sendiri memiliki potensi psikologis tersendiri untuk mengembangkan bakat dan pembawaannya dalam konteks lingkungan tertentu.[5]

Dengan demikian perkembangan anak (Baca : Pengertian Perkembangan Perilaku Anak ) atau siswa bergantung pada potensi pembawaan yang mereka warisi dari orang tua pada proses pematangan, dan pada proses pendidikan yang mereka alami. Dan seberapa jauh perbedaan pengaruh antara pembawaan dengan lingkungan, bergantung pada besar kecilnya efek lingkungan yang dialami siswa. Sehingga kedua hal tersebut yang dapat membentuk kesadaran anak akan beragama, lebih-lebih dapat membentuk kepribadian yang baik. Berdasar pada alur pemikiran yang telah dipaparkan di atas maka penulis berkeinginan untuk mengkaji lebih lanjut mengenai skripsi yang berjudul “Implementasi Teori Konvergensi Terhadap Upaya Menumbuhkan Kesadaran Beragama Siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005”

B.     Penegasan Istilah
Sebelum membahas lebih lanjut tentang skripsi ini, maka terlebih dahulu ditegaskan istilah-istilah yang terdapat pada judul skripsi ini untuk menghindari kesalahpahaman, sebagaimana berikut :

1.   Implementasi 
Impelementasi adalah penerapan implemen.[6] Implemen adalah alat yang dipakai untuk melaksanakan suatu pekerjaan,[7] dalam penulisan ini dioperasionalkan dengan penerapan teori konvergensi oleh guru atau pendidik.

2.   Teori
Teori yaitu asas dan hukum umum mengenai ilmu pengetahuan.[8] Teori disini merupakan suatu pengertian yang melandasi dari teori konvergensi.

3.   Konvergensi
Konvergensi atau Convergentie berarti penyatuan hasil, kerjasama mencapai satu hasil, dan Konvergen berarti menuju atau berkumpul pada satu titik pertemuan.[9] Teori konvergensi ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern (1871-1938). Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia.[10]

4.   Kesadaran Beragama
Kesadaran berasal dari kata sadar yang artinya rela melakukan sesuatu tanpa paksaan.[11] Sedangkan beragama berasal dari kata agama yaitu sarana untuk memenuhi semua kebutuhan dan dambaan manusia.[12] Yang dimaksud kesadaran beragama disini yaitu sadar akan melakukan amar makruf dan meninggalkan kemungkaran.

5.   Siswa
Secara harfiah, siswa berarti orang yang membutuhkan sesuatu, menurut ilmu, pelajar atau seseorang yang tengah menempuh pendidikan. Dengan kata lain, siswa berarti orang yang sedang memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.[13] Dimana siswa mempunyai keragaman dalam hal kecakapan maupun kepribadian. Kecakapan yang dimiliki masing-masing siswa itu meliputi kecakapan potensial yang memungkinkan untuk dikembangkan, seperti bakat dan kecerdasan, maupun kecakapan yang diperoleh dari hasil belajar.[14]

6.   MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang        
Adalah suatu nama pendidikan formal tingkat menengah lanjutan pertama yang berstatus swasta yang berlokasi di Desa Sridadi Kabupaten Rembang.

Dengan demikian dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan dari judul skripsi ini adalah suatu penelitian untuk mengetahui bagaimana implementasi teori konvergensi (memadukan pembawaan dan lingkungan) dalam menumbuhkan kesadaran beragama siswa, sehingga dari pemahaman teori konvergensi tersebut bisa berdaya guna dalam menumbuhkan kesadaran beragama siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka timbul adanya beberapa masalah sebagai berikut :

1.   Bagaimana implementasi teori konvergensi di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005 ?
2.   Bagaimana upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005 ?
3.   Apakah ada hubungan antara implementasi teori konvergensi dalam upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005 ?
*CATATAN

Untuk Lebih Dalam lagi, silahkan baca juga artikel kami tentang :

D. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah :
1.   Untuk mengetahui implementasi teori konvergensi di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005 ?
2.   Untuk mengetahui upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005 ?
3.   Untuk mengetahuai ada tidaknya hubungan antara implementasi teori konvergensi dalam upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa di MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang Tahun Ajaran 2004/2005 ?

E. Hipotesis
Hipotesa adalah jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul.10 Dengan kata lain “Pernyataan yang masih lemah dan perlu dibuktikan kebenarannya’’.11

Sehubungan dengan penelitian ini, hipotesis yang diajukan adalah ada pengaruh positif yang signifikan antara implementasi teori konvergensi dengan kesadaran beragama anak artinya semakin paham dan diterapkan teori konvergensi, maka semakin mempunyai kesadaran dalam beragama pada siswa MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang.

F.   Metode Penelitian
1.   Jenis Penelitian
Untuk menyusun penelitian ini, penulis menggunakan sumber data field research (penelitian lapangan) yang dilaksanakan di medan terjadinya gejala-gejala yang akan diteliti yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.

2.   Populasi dan Sampel
Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga.[15] Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang tahun pelajaran 2004/2005 yang berjumlah 202 siswa.

Menurut Suharsimi Arikunto bahwa apabila subyek penelitian kurang dari 100 lebih baik diambil semua, tetapi apabila populasi lebih dari 100 maka dapat diambil 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih.[16] Pada penelitian ini, penulis menggunakan tehnik stratified random sampling yaitu pengambilan objek sebagai suatu keseluruhan yang homogen.[17] Sampel dari siswa yang berjumlah siswa itu 202 diambil 20%. Dengan rincian sebagai berikut :
No

Kelas
Jumlah
Sampel
1
IA
41
8
2
IB
42
8
3
IIA
33
7
4
IIB
34
7
5
III
52
10
Jumlah
202
40

Pengambilan sampel sebesar 40 siswa tersebut adalah dengan teknik stratisfied random sampling, dengan alasan bahwa semua obyek dianggap homogen, baik kelompok maupun individu. Dengan demikian peneliti memberi hak yang sama kepada setiap obyek untuk memperoleh kesempatan dipilih menjadi sampel, karena tidak ada satupun yang diistimewakan untuk dijadikan sampel dari populasi tersebut.

Cara mengambilnya dengan cara nama responden atau nomor absen, dimulai dari kelas IA sampai kelas III ditulis semua, kemudian diambil secara acak dari tiap-tiap kelas dengan patokan mengambil 20% dari tiap-tiap kelas, sehingga akan diketahui anak yang akan mewakili atau sebagai sampel dari tiap-tiap kelas tersebut.

3.   Variabel Penelitian
Berdasarkan pada masalah dalam penelitian ini ada dua variabel :

a.   Variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah penerapan teori konvergensi sebagai variabel X dengan indikatornya :
1)     Pengaruh perkembangan dari dalam diri
2)     Pengaruh perkembangan dari lingkungan
3)     Pengaruh perkembangan dari pendidikan
b.   Variabel terikat (dependent) dalam penelitian ini adalah kesadaran beragama siswa sebagai variabel Y dengan indikatornya :

1)   Faham akan perintah dan larangan agama
2)   Selalu berusaha berbuat baik dan benar
3)   Taat perintah dan menghormati orang yang lebih tua

2.      Metode Pengumpulan Data
Di dalam penelitian ini, digunakan sumber data field research (penelitian lapangan). Penelitian lapangan pada hakekatnya merupakan metode untuk menemukan secara khusus dan realitas apa yang terjadi pada suatu saat di tengah obyek penelitian.[18] Untuk memperoleh data penelitian penulis menggunakan metode sebagai berikut :

a.   Metode Observasi
Metode obserrvasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematik terhadap fenomena-fenomena yang diselidiki.[19] Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang situasi dan kondisi umum MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang, juga untuk mengamati fluktuasi perilaku beragama siswa.

b.   Wawancara (interview)
Wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan oleh pewawancara (interviewer) untuk memperoleh informasi dan terwawancara suatu masalah tertentu.[20] Metode ini akan digunakan untuk memperoleh informasi dari responden, Pengurus Madrasah, Kepala Sekolah, Staf Guru MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang tentang gambaran umum madrasah dan kondisi siswanya.

c.   Angket (Quesioner)
Angket yaitu teknik pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan tertulis untuk  diisi oleh responden sesuai dengan pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dan responden dalam arti laporan individunya atau hal-hal yang diketahui.[21] Metode ini digunakan untuk memperoleh informasi dari responden seluruh anak didik MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang.

d.   Dokumentasi
Dokumentasi yaitu metode pengumpulan data dan penyelesaian data dengan observasi tidak langsung. Hal ini dilakukan dengan menggunakan sejumlah besar data yang tersedia seperti kondisi umum sekolah, bagan atau struktur organisasi sekolah, keadaan guru, siswa, karyawan dan hal lain yang berhubungan dengan variabel penelitian.

3.      Metode Analisis Data
Dalam analisa data ini penulis tempuh melalui tiga tahapan yaitu :

a.       Analis pendahuluan
Dalam analis pendahuluan ini penulis mengumpulkan data yang diperoleh dari angket selama penelitian, dan penulis menggunakan tabel distribusi frekuensi sederhana untuk setiap variabel yang sebelumnya penulis mengubah dari data kualitatif menjadi data kuantitatif dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
1)     Untuk jawaban alternatif A dengan nilai 4.
2)     Untuk jawaban alternatif B dengan nilai 3.
3)     Untuk jawaban alternatif C dengan nilai 2
4)     Untuk jawaban alternatif D dengan nilai 1.
b.      Analisa Uji Hipotesa

Analisa ini digunakan untuk menguji kebenaran hipotesa yang diajukan. Dalam menganalisis ini diadakan perhitungan lebih lanjut mengenai tabel distribusi frekuensi yang ada dalam analisa pendahuluan dengan menggunakan rumus kontingensi sebagai berikut:

KK =
Keterangan:
KK  : Koefisien Korelasi Kontingensi.
X2   : Lambang chi kuadrat
N     : Jumlah sampel yang menjadi obyek penelitian.[22]

Pemberian interprestasi terhadap angka indek korelasi kontingensi C atau KK harus merubah terlebih dahulu harga C menjadi Phi (r) atau Q, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Ø  =

c.       Analisa Lanjut
Dalam analisa lanjut ini penulis pergunakan untuk menjadikan penafsiran lanjut, dengan menggunakan df = N – nr. Apabila ro > rt, maka hasil penelitian ini adalah signifikan, berarti ada pengaruh positif yang signifikan pada tingkat implementasi teori konvergensi dalam upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa.

Tetapi sebaliknya jika ro < rt, maka hasil penelitian ini non signifikan, yang berarti tidak ada pengaruh yang positif pada tingkat implementasi teori konvergensi dalam upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa.

G.  Sistematika Penulisan Skripsi

Untuk mempermudah para pembaca dalam mengikuti uraian penyajian data skripsi ini, maka akan penulis paparkan sistematika skripsi secara garis besar menjadi tiga bagian :

1.   Bagian Muka
Pada bagian ini berisi: halaman judul, halaman nota pembimbing, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar,  daftar isi dan daftar tabel.

2.   Bagian Isi
Pada bagian isi ini memuat lima bab yaitu :

Bab satu berisi pendahuluan, yang terdiri dari; latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis, metode penelitian dan sistematika penulisan skripsi

Bab dua  landasan teori tentang implementasi teori konvergensi dalam menumbuhkan kesadaran beragama siswa, terdiri dari: pertama, implementasi teori konvergensi, yang meliputi; latar belakang munculnya teori konvergensi, teori konvergensi dalam praktek pendidikan dan implementsi teori konvergensi dalam praktek pendidikan. Kedua, kesadaran beragama siswa, meliputi; pengertian kesadaran beragama, proses pembentukan kesadaran beragama, dan fungsi agama bagi kehidupan manusia. Ketiga; hubungan antara implementasi teori konvergensi terhadap upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa

Bab tiga laporan hasil penelitian, yang terdiri dari : pertama, situasi umum MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang, yang meliputi letak geografis, sejarah berdirinya, struktur organisasi, keadaan guru/karyawan dan siswa, sarana dan prasarana. Kedua, data khusus MTs. Miftahul Falah Sridadi Rembang, meliputi proses pembelajaran materi pendidikan Agama Islam kaitannya dengan teori konvergensi di MTs. Sridadi Rembang, dan hasil angket tentang implementasi teori konvergensi terhadap upaya menumbuhkan kesadaran beragama siswa.

Bab empat analisis data, dalam bab ini meliputi : analisis pendahuluan, analisis uji hipotesis dan analisis lanjut.
Bab lima penutup, meliputi; kesimpulan, saran-saran dan penutup.

3.   Bagian Akhir
Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka, lampiran-lampiran dan daftar riwayat pendidikan penulis.

Daftar Pustaka
[1]Ismail SM, et.al., Paradigma Pendidikan Islam, Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang dengan Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2001, hlm. 219.  [2]Al-Qur’an, Surat Ar-Rum Ayat 30, Yayasan Penyelenggara dan Penerjemah Al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Depag. RI, 1992, hlm. 645.  3]Abdul Kholiq, et.al., Pemikiran Pendidikan Islam (Kajian Tokoh Klasik dan Kontemporer),  Fak. Tarbiyah IAIN Walisongo, Semarang dengan Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 1999, hlm. 67.  [4]Muhaimin Abdul Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam (Kajian Filosofis dan Kerangka Dasar Operasionalisasinya), Trigenda Karya, Bandung, 1993, hlm. 26. [5]Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, Remaja Rosdakarya, 1995, hlm. 47.  [6]Pius A. Purwanto, M Al-Barri, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya, Arkola, 1999. hlm. 247.  [7]WJS. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1986, hlm. 337.  [8]Ibid., hlm. 500.  [9]Abu Ahmadi dan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, 2001, hlm. 294. [10]Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 1997, hlm. 15.  [11]WJS. Poerwadarminto, Op.cit, hlm. 352.  [12]Murtada Muthahhari, Perspektif Al-Qur’an tentang Manusia dan Agama, Mizan, Bandung, 1992, hlm. 53.  [13]Abbdudin Nata, Filsafat Pendidikan Islam, Logos Wacana Ilmu, Jakarta, 1997, hlm. 79.  [14]Muhammad Ali, Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Sinar Baru Algesindo, Bandung, 2000, hlm. 5.  10Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktis, Edisi  Revisi III,  Rineka Cipta, Jakarta, 1992, hlm. 62  11Sutrisno Hadi, Metode Research II, YPF Psikologi UGM Yogyakarta, 1987, hlm. 257.  [15]Masri Singarimbun dan Sofian Efendi, Metode Penelitian Survey, LP3ES, Jakarta, 1989, hlm. 108.  [16]Suharsimi Arikunto, Op.cit, hlm. 20.  [17]Moh. Nazir, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1988, hlm. 346.  [18]Masri Singarimbun dan Sofian Efendi, Op.cit, hlm. 70.  [19]Kartini Kartono, Op.cit., hlm. 32.  [20]Suharsimi Arikunto, Op.cit., hlm. 145.  [21]Ibid., hlm. 140.  [22]Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta, Rajawali, 1989, hlm. 241.